Manusia semesta

beribu gemuruh di horizon.

kami baru saja mengetuk angka.

langit bersenda,

dan kami tertawa sekenanya.

 

kami manusia tak ada habisnya berpesta

walau langit bersendawa,

kami akan terus bersenyawa

 

tak habis-habis kilat malam itu.

tak henti oleh kantuk,

tak henti oleh peluh

 

kita manusia tak mengenal sauh,

hanya tau melaju sampai jauh

Advertisements