setengah mimpi, setengah dirimu

aku berada di setengah mimpi,

bertemu setengah dirimu.

apakah dirimu, setengah yang lain

terpanggil olehku?

 

setengah aku datang,

sekonyong-konyong, terengah-engah

menyodorkan kilat abu-abu

 

aku tak bisa bereaksi,

karena dirimu, setengah yang datang

tak mendengar pekikan petir abu-abu.

 

setengah dirimu bergumam,

kakiku tersaungkut di sela lamunan,

aku menertawai sekumpulan debu yang kita acuhkan.

 

 

Advertisements

Interferensi

Sore itu jalan kolonel masturi dibasahi Hujan yang tidak terlalu deras, tapi bukan gerimis. Kumandang adzan bersaut-sautan,padahal jarak antar masjid hanya berbeda beberapa rumah, mereka seakan berlomba untuk jadi yang paling didengar seantero desa. Suara adzan, suara knalpot motor, suara klakson mobil, suara tukang putu. Semua berinterferensi di pikiran Venka.

Berinterferensi, itu adalah istilah milik Venka, Yang muncul dan terucap olehnya ketika ia mengamati langit tak berlembayung di ujung horizon.

Apa yang berinterferensi? Semuanya. Continue reading Interferensi

Rongga Ingatan

Kaki-kaki langkah. Jengkal-jengkal jemari

Diseret pergi oleh rongga besi terangkai

yang membentang dari ujung ke ujung.

Dari rumah hingga ke tujuan.

 

kereta membawamu pergi. Bersama

ingatan tentang ibu kota. Tak butuh

banyak waktu untuk membuatmu terlupa

 

kemanakah ingatanmu diseret pergi?

dimanakah ku bisa menjemputnya kembali?

Dan kamu. Siapakah kamu tanpa ingatanmu?

 

tak terhitung jumlah pertanyaan yang hadir. Ketika

aku menunggu kereta selanjutnya

di peron yang sama.

Catatan 21 januari 2013

banyak yang percaya setiap mimpi adalah pertanda, seperti pembatas buku yang kau gunakan untuk menanda ketika kau harus menghirup udara sejenak. tiap detak yang berjentik dari jantung kita, memompa adrenalin yang menghasilkan fantasi. tiap tarikan dan hembusan paru-paru mengisyaratkan kepada otak kita agar melupakan logika.

namun apa maksud dari semua ini? ketika mimpi-mimpimu berisi sesuatu yang sama.

apa organ tubuh kita sudah mulai lelah? atau malah tubuh kita sedang memainkan sebuah sonata?
alih-alih mendengar sebuah orkestra,telingaku hanya mendengar apa yang kau ucapkan kepada ku, suaramu yang khas bergema di kepalaku

tak pernah logis, namun memang
disinilah aku, tubuhku menolak melupakanmu.

(catatan suatu malam muram, 21 januari 2013)

Out of You

In a Moment of Confusion.
18/9/2016

Everything seems to be out of the time. As if there’s no present time were present in humanly way posible. Now it just about distant future or distant past.

It just like that,the truth is you’re trying to not looking here.

There would be nothing that bind us. But you just wanted to be hold
There would be a place that sets me free. But you prefered a shelter

Then you slipped from my eyes by the time im not granting something you asked for.

you asked me for something out of my mind.

she asked me a dose of reality,
but aint we’re living in the world that should make us happy?