merangkak di kanal cahaya

dunia dalam tatanan bit and byte perlahan menyeruak ke kehidupan nyata manusia. perlahan kesadaran kita dipecah dan dicacah.

pertanyaan mengenai mana yang nyata, mana yang maya sudah sewajarnya tak diacuhkan. karena kita sudah semakin sulit membedakan mana yang biner dan mana yang abu-abu.

secarik kertas kini semakin sulit untuk bicara banyak. pilihan selalu hadir dan tak terhindarkan, berada di region yang terasa sama-sama artifisial.

lalu mana yang esensial? kita semakin buta prioritas. lifestyle dan tatanan sosial melaju bersama kehidupan di dunia digital. semua tidak menyisakan ruang untuk merenungkan seberapa besar kita dibuat delusi—delusi kebijaksanaan.

kini kita mengurai sinyal melalui panca indra. dimana bias-bias numerik mempengaruhi cara kita mengecap hidup.

data bergerak indah, melenggok di kanal cahaya.
kita masih merangkak lupa budaya.

 

Advertisements

Quantum of Solace

Disclaimer: this is not a Movie Review

Iya, frasa ini diambil langsung dari karya film dan buku James Bond. Awalnya saya tidak terlalu memperhatikan judul film ini, awalnya saya merasa frasa tersebut gibberish atau over-sophisticated. Dan juga saya memang lebih menyukai film sebelum dan setelahnya; Casino royale, dan Skyfall. Tapi barang tentu kita disini tidak akan memperdebatkan mana yang lebih dan kurang baik dari serial james bond ini. Continue reading Quantum of Solace

Collective memory

kadang saya bertanya, what does it takes for me to write my own blog?
kenapa perlu ada medium yang menampung pikiran-pikiran saya?

rasanya tak terlalu terdengar mengada-ngada, menurut saya, arus informasi yang begitu cepat lah yang menuntut kita untuk terus berfikir, untuk terus bertanya. tak ada waktu untuk  “menikmati” atau “mengkhidmati” pemikiran kita.
Continue reading Collective memory

My First Studio Session

Saya bukan merupakan Fotografer yang fasih memainkan artificial light. jikalau anda mengikuti instagram saya, rasanya anda bakal langsung sadar akan itu. maka ketika teman saya menawarkan untuk mengajari saya tentang dasar-dasar artificial light, -utamanya studio, saya langsung menerima ajakannya tanpa pikir panjang (walau pun pada akhirnya saya tak mempelajari lighting untuk tingkat lanjut karena kesibukan saya). Tajuk photo session ini sejatinya merupakan test-lighting dari studio rekan saya yang tadi. jadi tak ada persiapan berlebihan dari photo session ini.

Continue reading My First Studio Session

Art-iculation of contemplative mind

entah apa yang menghantam kepala saya ketika saya tiba-tiba terpikir untuk membuat ulang blog saya yang asalnya berada di laman http://graymanreturn.blogspot.com menjadi sebuah situs yang benar-benar baru. semua terasa impulsif tanpa proses. walau sejatinya saya sudah mempertimbangkan hal ini dari jauh-jauh hari; saya butuh blog yang lebih proper untuk mem-publish isi kepala saya yang kian hari semakin serius. Continue reading Art-iculation of contemplative mind