Segitiga-Segitiga

pola-pola dari apa yang kau sentuh oleh jemari

lengkung-lengkung garis bibir

dan garis-garis horizon yang terdiri dari posisi matamu

membawa segitiga-segitiga ini menjadi kabur

 

lalu hubungan yang terjadi olehnya semakin hilang

dan hilanglah rupamu di ingatanku

 

dan dia kini bermil-mil garis lurus dari sini
Advertisements

Catatan 21 januari 2013

banyak yang percaya setiap mimpi adalah pertanda, seperti pembatas buku yang kau gunakan untuk menanda ketika kau harus menghirup udara sejenak. tiap detak yang berjentik dari jantung kita, memompa adrenalin yang menghasilkan fantasi. tiap tarikan dan hembusan paru-paru mengisyaratkan kepada otak kita agar melupakan logika.

namun apa maksud dari semua ini? ketika mimpi-mimpimu berisi sesuatu yang sama.

apa organ tubuh kita sudah mulai lelah? atau malah tubuh kita sedang memainkan sebuah sonata?
alih-alih mendengar sebuah orkestra,telingaku hanya mendengar apa yang kau ucapkan kepada ku, suaramu yang khas bergema di kepalaku

tak pernah logis, namun memang
disinilah aku, tubuhku menolak melupakanmu.

(catatan suatu malam muram, 21 januari 2013)

Out of You

In a Moment of Confusion.
18/9/2016

Everything seems to be out of the time. As if there’s no present time were present in humanly way posible. Now it just about distant future or distant past.

It just like that,the truth is you’re trying to not looking here.

There would be nothing that bind us. But you just wanted to be hold
There would be a place that sets me free. But you prefered a shelter

Then you slipped from my eyes by the time im not granting something you asked for.

you asked me for something out of my mind.

she asked me a dose of reality,
but aint we’re living in the world that should make us happy?

Collective memory

kadang saya bertanya, what does it takes for me to write my own blog?
kenapa perlu ada medium yang menampung pikiran-pikiran saya?

rasanya tak terlalu terdengar mengada-ngada, menurut saya, arus informasi yang begitu cepat lah yang menuntut kita untuk terus berfikir, untuk terus bertanya. tak ada waktu untuk  “menikmati” atau “mengkhidmati” pemikiran kita.
Continue reading Collective memory

Cahaya Untuk Melangkah

hari ini ku berjalan menuju tempat itu, tempat yang akhir-akhir ini selalu ku kunjungi setiap malam di akhir pekan. Jarak tempat itu dengan rumahku memang cukup jauh, namun ku selalu memutuskan untuk pergi berjalan kaki. membiarkan diriku merasakan apa saja yang harus dilewati untuk menuju kesana, terlebih jika mata ini tertutup gelap. karena cahaya lampu saja tak cukup untuk menerangi jalan. diperlukan setetes perasaan untuk membimbing kaki untuk terus menapak.

Hingga kakiku sampai di taman itu.

Continue reading Cahaya Untuk Melangkah

My First Studio Session

Saya bukan merupakan Fotografer yang fasih memainkan artificial light. jikalau anda mengikuti instagram saya, rasanya anda bakal langsung sadar akan itu. maka ketika teman saya menawarkan untuk mengajari saya tentang dasar-dasar artificial light, -utamanya studio, saya langsung menerima ajakannya tanpa pikir panjang (walau pun pada akhirnya saya tak mempelajari lighting untuk tingkat lanjut karena kesibukan saya). Tajuk photo session ini sejatinya merupakan test-lighting dari studio rekan saya yang tadi. jadi tak ada persiapan berlebihan dari photo session ini.

Continue reading My First Studio Session

Art-iculation of contemplative mind

entah apa yang menghantam kepala saya ketika saya tiba-tiba terpikir untuk membuat ulang blog saya yang asalnya berada di laman http://graymanreturn.blogspot.com menjadi sebuah situs yang benar-benar baru. semua terasa impulsif tanpa proses. walau sejatinya saya sudah mempertimbangkan hal ini dari jauh-jauh hari; saya butuh blog yang lebih proper untuk mem-publish isi kepala saya yang kian hari semakin serius. Continue reading Art-iculation of contemplative mind